Pages

Monday, September 8, 2008

Iftar Invitation Part II







During the weekend, I had two consecutive days of iftar invitation. Saturday - Nyah's house and Sunday - Abang's house. For iftar at Nyah's, I cooked asam pedas ikan parang and tepung talam for a dessert. For Abang's house, I brought them gulai kawah (kari laaa) daging and buah melaka.


We performed our tarawih prayers there after breaking fast. All in all, those were two enjoyable and relaxing get-together for the family. No crisis, no bad incidents, all well behaved, if I may say so. Hehehehe..


Unfortunately, my sister, Yang and her family could not join the events since she lives a bit further than us and plus she has a proposal to be submitted on Monday - today.
p/s: Pictures are from the internet.

Friday, September 5, 2008

Reduce the oil price before it's too late

Today on newspaper - Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi berkata, harga runcit minyak petrol dan diesel mungkin diturunkan lagi sebanyak 15 sen daripada harga semasa, jika harga minyak mentah dunia stabil di bawah paras AS$109 setong sehingga akhir tahun ini.

If Pak Lah reads my blog, this is what I want to tell him - reduce it now!! Government can always increase it up when the current price goes up. With the regular fluctuations of the oil price, it is actually a benefit to the consumer at large to enjoy lower price of oil based on the current market price. Otherwise, when are we the consumer could enjoy that?

Pak Lah, the mechanism that you'll need is quite simple - have a fixed amount of subsidy - say 30 sen a litre. Set the price based on the current market price minus the subsidy i.e. 30 sen. Do this maybe once a month. In overseas (I've seen this happened while I was in US), price changes everyday. So, i think it's fairer to the consumer and also to the government.

So Pak Lah, would you consider my suggestion??

Invitation for Iftar

For the weekend, I've got two invitations for Iftar. Both are from my brothers. My second brother invited first. I guess, my eldest brother has to reschedule it to another time though. I wonder what would be the menu?? hehehehe...

Thursday, September 4, 2008

Mulanya Di Sini

Tibanya di sini
Bagai terulang lagi
Kisah yang indah
Di antara kita berdua

Sehingga di sini
Tiada berpaling lagi
Kita berteman
Seiring jalan dan sehaluan

Sama sama menjejak mimpi
Sama sama mencari dan menanti
Segalanya direstui cinta sejati
Sama sama gunung didaki
Sama sama turun ke lembah sepi
Suka duka bersama dirasai

Mulanya di sini
Ku kenali dirimu
Sehingga kini
Sehingga ke akhir waktu

Akhirnya di sini
Ku kenali hatimu
Sehingga kini
Kita akan terus berlagu

Sama sama menjejak mimpi
Sama sama mencari dan menanti
Segalanya direstui cinta sejati
Sama sama gunung didaki
Sama sama turun ke lembah sepi
Suka duka bersama dirasai

Di hadapan kita ada jalan
Menuju di kejauhan ada sinar menanti
Di penghujung perjalanan ini

Oh... sambil bernyanyi
Mendendang senandung yang syahdu
Riangnya hati dan indah duniaku

Cough


I'm having really bad cough since a week ago. I've taken my medicine but still not cured... i need a good tip!

Untuk Selamanya

Andainya ku pergi
Usah disesali
Kerana ku sangsi
Adakah cinta masih di sini

Andainya kau tahu
Ku mencintaimu
Ku pasti dirimu
Tak akan tega melukaiku

Sampai bila akan begini
Menyimpan rahsia hati
Relakanlah aku pergi
Walau cinta masih di hati
Dan airmata menemani
Langkahku yang semakin tak pasti
Membawa kelukaan ini

Bila sampai waktu nanti
Ku harap kau kan mengerti
Mungkin bahagia atau derita
Takdir ku terima
Tuhan tunjukkanlah
Cahaya kebenaran
Kenangan bersamamu
Kan bersemadi
Untuk selamanya

Bicara Manis Menghiris Kalbu

Satu per satu teman
Ada disekeliling mu
Satu per satulah jua
Tinggalkan diri mu
Cumalah aku sahaja
Yang masih lagi bertahan
Memendam rasa

Bulan madu yang indah
Sudah sampai kehujungnya
Engkau pun mula berubah
Dan beralih arah
Kata-kata manis
Tiada lagi ku dengar
Hidup ku pula makin tawar

Tiap bicara manis
Bagaikan selumbar bisa
Kau tanam di jiwa
Tak terlihat oleh pandangan
Mata mu

Tiap bicara manis
Memujuk dan merayu ku
Tak usah berlalu
Dan merajuk bawa hati pilu

Andai sudah tiba masa
Dan tiada jodoh kita
Biar kita berpisah... dari merana

Tiap bicara manis
Bagaikan selumbar bisa
Kau tanam di jiwa
Tak terlihat oleh pandangan
Mata mu

Tiap bicara manis
Memujuk dan merayu ku
Tak usah berlalu
Dan merajuk bawa hati pilu

Keikhlasan hati ku
Bukanlah untuk di balas
Cukuplah sekadar
Jadi kenangan waktu berjauhan

Tiap bicara manis
Bagaikan selumbar bisa
Kau tanam di jiwa
Tak terlihat oleh pandangan mata mu
Andai sudah tiba masa
Dan tiada jodoh kita
Biar kita berpisah...Dari merana